Prodi Pendidikan Agama Islam UNY
Published on Prodi Pendidikan Agama Islam UNY (https://pai.fisip.uny.ac.id)

Home > Prodi PAI UNY Giatkan Literasi Gender Inklusif Pada Guru PAI Se-DIY

Prodi PAI UNY Giatkan Literasi Gender Inklusif Pada Guru PAI Se-DIY

Submitted by admin on Fri, 2026-06-19 11:05

Yogyakarta (18/6/26) – Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Negeri Yogyakarta (FISIP UNY) mengampanyekan narasi gender inklusif perspektif Islam bagi guru PAI se-DIY. Hal tersebut terselenggara lewat kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Prodi PAI FISIP UNY yang menggandeng Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) PAI DIY dengan tajuk “Membangun Literasi dan Praktik Kesetaraan Gender Berbasis Islam di MGMP PAI SMA DIY”.

Kegiatan PkM ini berlangsung di Ruang Audio Visual (AVA) SMA UII Yogyakarta diikuti lebih dari 50 peserta yang merupakan guru PAI se DIY. Program Studi PAI UNY, Hamdhan Djainudin, menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk mendampingi guru dalam merespons berbagai isu pendidikan yang berkembang di masyarakat, termasuk isu kesetaraan gender. “Literasi dan wawasan yang inklusif gender diperlukan setiap guru PAI, yang mengemban Amanah mendidik anak didiknya,” ujar Hamdhan.

Dalam pelaksanaannya, pemaparan materi disampaikan langsung oleh tim pengabdian, yakni Yuyun Sri Wahyuni dan Ayu Usada Rengkaningtias. Kegiatan tersebut digelar dengan tujuan memperkuat pemahaman guru mengenai konsep kesetaraan gender dalam perspektif Islam, serta mendorong implementasinya dalam praktik pembelajaran di sekolah. Yuyun menjelaskan bahwa Islam menempatkan laki-laki dan perempuan sebagai manusia yang memiliki martabat dan tanggung jawab yang sama sebagai hamba dan khalifah Allah SWT. “Berdasar landasan teologis, historis, dan sosial, studi menegaskan bahwa nilai keadilan dan kesetaraan bagi laki-laki dan Perempuan merupakan bagian integral dari ajaran Islam,”papar Yuyun.  

Sementara itu, Ayu, sebagai narasumber kedua memaparkan berbagai fenomena bias gender yang kerap dijumpai di lingkungan pendidikan, seperti stereotip gender, penggunaan bahasa yang bias gender, serta representasi perempuan dalam media. “Kenyataannya memang wawasan dan praktik yang terbangun dalam ekosistem pendidikan kita masih bias. Guru PAI memiliki peran strategis dalam membangun budaya sekolah yang inklusif, adil, dan menghargai martabat setiap individu,”ujar Ayu. Untuk itulah, selain peningkatan wawasan dan literasi gender inklusif, guru PAI perlu terus mengintegrasikan materi PAI dengan pesan-pesan inklusif gender, yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari ajaran Islam.

Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dan pengalaman yang dibagikan peserta terkait tantangan pembelajaran mengenai relasi laki-laki dan perempuan di lingkungan sekolah. Pada forum ini, para guru memperoleh wawasan mengenai strategi pembelajaran yang responsif gender melalui penggunaan bahasa yang inklusif, pengembangan bahan ajar yang berkeadilan, serta penciptaan lingkungan belajar yang ramah bagi seluruh peserta didik.

Program Studi PAI berharap para guru MGMP PAI SMA DIY dapat semakin memahami konsep kesetaraan gender dalam perspektif Islam dan mengimplementasikannya dalam praktik pembelajaran. Dengan demikian, pendidikan agama Islam dapat menjadi sarana penguatan nilai keagamaan sekaligus media untuk membangun budaya yang inklusif, adil, dan berkeadaban [].


Source URL:https://pai.fisip.uny.ac.id/id/node/2036